Friday, October 16, 2015

Puluhan Bangunan Ilegal Dibongkar, Penataan Jalur Selokan


Pemerintah Propinsi DKI Jakarta selalu meneruskan pengaturan lokasi untuk menormalisasikan jalur selokan. Selain membongkar bangunan ilegal, pemerintah pun merencanakan menghijaukan & bangun ruang pedestrian yang ramah diatas jalur itu.


Rabu (9/9), sejumlah 45 bangunan pedagang kaki lima (PKL) & delapan pedagang ban yang ada di Jalan Tanah Abang 3, RW 003 Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, dibongkar. Sore hari pada awal mulanya, beberapa besar pedagang telah membongkar lapaknya sendiri. Sisa-sisa bangunan telah rata diatas tanah.


Beberapa besar lapak PKL yang dibongkar menjadi bangunan semipermanen bersama tembok tersusun dari tripleks & batu bata. Sebagian lapak terlebih telah ditinggali warga mulai sejak beberapa puluh thn lantas.


Mengenai pembongkaran bangunan yang masih tetap tersisa Rabu pagi dikerjakan dengan cara manual oleh belasan petugas unit polisi pamong praja. Tidak ada perlawanan dari pemiliknya.


Camat Gambir, Jakarta Pusat, Fauzi menyebutkan, warga yang dibongkar lapaknya benar-benar kooperatif. Pembongkaran dikerjakan untuk kembalikan guna selokan sesuai sama bersama keadaan aslinya jadi bisa menghindar banjir.


" Ini menjadi pembongkaran yang kedelapan sebelumnya setelah di Kelurahan Duri Pulo. Cara persuasif senantiasa kami kerjakan supaya tak ada aksi anarkistis selagi pembongkaran, " kata Fauzi waktu didapati di tempat pembongkaran.


Selama ini, menurut Fauzi, kehadiran PKL diatas selokan mempersempit ruangan jalan & menyebabkan sedimen di selokan. Mengakibatkan, ini menjadikan selokan itu tdk optimal menyimpan air. Jadi, ini dikerjakan supaya aliran air di selokan jalan lancar.


" Dalam periode pendek, kami mau kembalikan lebarnya supaya jadi jalur yang nyaman dipakai pejalan kaki. Untuk periode panjang, kami bakal meningkatkan lokasi unggulan yang teratur & bersih, " ungkap Fauzi.


Diluar itu, menurut Fauzi, langkah ini di ambil untuk mengatur tempat jualan diatas selokan. Pedagang yang berjualan bukanlah pd tempatnya tidak mematuhi Ketentuan Daerah Nomer 8 Thn 2007 perihal Ketertiban Umum. ? Pemerintah pun akan menanami tanaman hijau di selama jalan itu.


Beberapa warga menyebutkan, walau berkeberatan bersama pembongkaran itu, mereka ikhlas lapaknya dibongkar. " Kami pun berterima kasih lantaran pada awal mulanya telah di beri peluang berjualan disini, " kata Rasma (65), orang yang menjual warteg yang telah 40 thn berjualan, sembari duduk menanti semua serpihan portal bangunan bangunannya diangkut petugas.


Mujahidin? (38), warga lain, menginginkan dapat berjualan bersama tempat yang layak, seperti orang-orang lokasi lain di Jakarta. ? " Bila ada lapak yang bagus, kami ingin jualan. Walau demikian, bila tidak ada, ya, sangat pulang kampung ke Cirebon, "? kata Mujahidin seraya mencari beberapa barang di lapaknya yang masih tetap dapat digunakan.


Tidak ada kompensasi


Menurut Fauzi, pengaturan lokasi bukan sekedar dikerjakan di lokasi Petojo Selatan, namun pun di kelurahan lain di Kecamatan Gambir. " Saat ini warga yang berjualan bukanlah pd tempatnya yang ada di Kelurahan Petojo Utara pun tengah membongkar lapaknya, " katanya.


Lurah Petojo Selatan Kamal menyampaikan, lapak pedagang yang dibongkar itu di bangun diatas tanah punya negara jadi pemerintah tdk memberi kompensasi atas pembongkaran itu. " Warga pun sepakat & nyaris semuanya jadi berinisiatif membongkar sendiri, " ucap Kamal.